Sunday, 26 March 2017

love this colour scheme... ^^
 



Saturday, 5 December 2015

Bismillah..

Akhirnya bisa menulis lagi.. ^^

Januari, hujan sehari-hari..

Alhamdulillah 'ala kulli hal. akhirnya Allah menyampaikan kami pada episode berikutnya. Sebuah petualangan ditempat yang baru. InsyaAllah.. exciting, disebuah kota kecil dikepulauan yang jauh dari riuh jakarta. Semoga menjadikan kami lebih baik. Aha.. aku lebih memilih membayangkan yang indah-indah kali ini. Setidaknya ini meretas banyak kegamangan seperti layaknya orang-orang yg berpindah dari zona nyaman.

Alhamdulillah 'ala kulli hal. Ketika berpindah tempat maka yang selalu aku khawatirkan adalah keistiqomahan kami. Maka adalah berita indah ketika seorang teman dari temanku menginfokan kajian disana..memperkenalkan kami dgn orang2 baik disana.. Subhanallah.. terlihat berlebihan, tetapi bukankah Rosululloh pun mengajarkan kita untuk mencari tetangga yg baik? Agar tak ubah jiwa kita yang cenderung pada keburukan ini, menjadi lebih buruk, agar tetap terjaga adab dan akhlak dlm bermuamalah.


Maka jika Allah Ta'ala berkehendak, bulan april nanti kami akan menapak di tanahNya yg lain..








tetangga yang baik.tetangga yang baik?
Bismillah..

Penghujung april.. with uncomfortable heart..

Semoga Allah karuniakan kesabaran, kelapangan hati.. Semoga Allah sembuhkan sakit aisyah, kangen melihat senyumnya.. kangen..
Bismillah..

What? Posting terakhir tahun 2013? MasyaAllah.. ^^ takjub.. #dzing.. menyedihkan..

Ternyata istiqomah menulis itu bukan hal mudah، sepertinya berbanding lurus dengan penyerapan ilmu. Tapi buatku lebih pada keadaan sekarang yg lbh hrs dijaga siy.. ga boleh sembarangan curhat، karena sekarang ada lbh banyak izzah، sebagai istri، sebagai ibu، bukan lagi berfikir diri sendiri. Sedangkan blog seringkali seperti "tong sampah". Buat ngeluarin apa yg di dalam hati. Sebenernya mirip juga sama berstatus di fb ya.. hanya، terasa lebih mulia di blog، karena dahulu kala، blog ini tempat bermulanya penulis2 muda belajar menulis..

Jadi.. ok lah.. mudah2n Allah Ta'ala izinkan kembali bisa berbagi di blog ini.. ^^ Aamiin.. 

Thursday, 6 June 2013

Rinai hujan dibulan juni

Kau dengar rinai hujan diluar sana? Indah bukan? Hem.. Bisa jadi dalam hujan ini cintaku semakin bertambah-tambah padamu..

Apa kabar burung-burung kecil yang pagi tadi hinggap dipucuk tanaman hias didepan kamarku? Kedinginan kah? Berteduh dimanakah kala titik-titik perak ini turun bahkan menembus riuhnya dedaunan menuju sarangmu?

Pasti menyenangkan, bisa bermain air ditengah hujan, atau berteduh di sebuah rumah kecil ditengah kebun yang luas. Membuat wedang jahe wangi dengan pawon (tungku), sembari menikmati pisang goreng hangat. Apalagi ditemani manusia-manusia istimewa dihati. 


Subhanalloh 

Hujan Bulan Juni
Sapardi Djoko Damono
tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
*suka puisi ini.. disaat rindu untuk bertemu belahan hati yang masih berada dalam penjagaan terbaikNya.. 

Tuesday, 4 June 2013

Hening..

Saya menyukai hening. Suasana tenang dan tak bising. Taukah kau, ingin sekali saya tinggal dipedesaan suatu saat nanti. Look!


Terlihat menyenangkan bukan? Berkebun, memelihara ikan, menghirup udara segar. Membangun surau kecil disampingnya. Mengumpulkan tetangga setiap pekan. Exciting! Meskipun tentu saja kenyataan belum tentu seindah mimpi, tapi setidaknya ini adalah mimpi yang baik. Memperbaiki kualitas hidup. Sederhana saja rumah yang ingin  saya tinggali, yang penting rapi dan nyaman, tapi didalamnya saya berharap selalu ada berkah Alloh hingga terasa lapang hati kami dan tenang berada didalamnya.
Sekali lagi ini adalah keinginan, semoga Alloh Ta’ala mengabulkan. Aamiin.

Dahulu, saya memimpikan sebuah keluarga biasa, yang bisa bertemu dengan suami setiap hari, menunggunya dirumah sebelum maghrib tiba, makan malam bersama. Menghabiskan akhir pekan dengan kajian, rihlah atau bersilaturahim kemana. Tetapi, MasyaAlloh, Qodarulloh, Suamiku jam kerjanya luar biasa sibuk. Dengan rhytme kerja yang tidak bisa direncanakan. Dengan kemungkinan keluar kota yang bisa datang tiba-tiba. saya bersama suami yang luar biasa, karenanya harus bisa menjadi luar biasa.Bismillah..

Selalu teringat kisah salafush shalih, mereka, istri-istri yang luar biasa, dalam kesabarannya, dalam ketaatannya, dalam ketangguhannya, dalam kasih sayangnya. Menjaga disaat suami disisi bahkan saat berjarak darinya. saya akan berusaha bisa. Sekali lagi saya butuh kekuatan besar, energi yang tak habis-habis.. maka kepada siapa lagi bersandar? Maka kepada siapa lagi meminta? Sebagai seorang istri, tiadalah kekuatan selain apa yang Alloh Ta’ala berikan. Tiadalah kecerdikan selain apa yang Alloh Ta’ala ajarkan. Semoga Alloh Ta’ala mengampuni jika lalai dan terlalu hati mencintai dunia.




Wednesday, 27 February 2013

Toilet Training


    
 Ya, ini satu step lagi yang dinanti-nantikan. Sampai usia 26 bulan, aisyah masih suka “lost control”. Mengatakan mau pipis tapi sudah basah celananya. J kalau BAB Alhamdulillah sudah bisa menunjukkan tanda-tanda dan “melapor” sebelum kejadian.

And this is the information I’ve found…

     Sebenarnya tidak ada waktu yang ideal kapan proses memulai toilet training. Beberapa anak bisa mengembangkan kemampuan fisik dan kognitifnya lebih awal antara usia 18 sampai 24 bulan, dan beberapa lainnya belum juga siap sampai mereka berusia 3 atau 4 tahun. Sebagian bisa berproses hanya dalam beberapa hari sedangkan yang lain bisa memakan waktu hingga setahun atau lebih.

      Apa sebenarnya yang menjadi penyebab adanya range usia yang begitu besar dalam proses toilet training ini? Jawabannya adalah Timing atau waktu yang tepat. Pada sebagian besar anak-anak proses toilet training bisa berlangsung 3 sampai 6 bulan, tapi kalau kita menemukan waktu yang tepat prosesnya tidak akan selama itu. “if you catch them when they’re ready, it may only take a month” kata ahli tumbuh kembang, Denise Aloisio, New York. “tapi, kalau kita melewatkan signal atau tidak menunggu waktu yang tepat, prosesnya bisa jadi 6 bulan atau lebih”

Dan tradaaa.. inilah tanda kesiapan anak untuk toilet training..

      Anak kita harus siap secara fisik, artinya dia bisa menahan kencing dan tetap kering dalam 2 jam atau lebih (ini berarti kandung kemihnya sudah cukup baik menyimpan urin). Anak-anak juga mampu untuk mengenali tanda-tanda fisik kapan mereka harus ke kamar kecil/ potty training dan melakukan sesuatu sebelum BAK. Dan lebih mudah lagi jika mereka bisa membuka dan memakai celana sendiri.

      Kesiapan mental dan fisik bukan satu-satunya faktor. Kuncinya adalah motivasi. Jika anak-anak sudah menunjukkan kemandirian dan ketertarikan meniru urusan kamar mandi orang lain, mungkin ini waktu yang tepat untuk memulai prosesnya. Anak-anak mungkin menemukan bagaimana menahan BAB terlebih dahulu sebelum mereka belajar pipis ditempatnya karena lebih sulit bagi mereka menahan pipis dibanding menahan BAB.

Lalu bagaimana caranya?

       Be slow, bunda.. Anak-anak memiliki perkembangannya sendiri, pekerjaan kita adalah membuat proses toilet training ini senatural mungkin dan tidak menakutkan. Keep relax  and positive J kalau menggunakan potty training, perkenalkan anak-anak terlebih dahulu dengan benda ini. Biarkan mereka bermain dengannya, mendudukkan boneka diatasnya, mengajak mereka duduk sehingga mereka merasakan bagaimana duduk diatasnya. Lalu jelaskan bagaimana potty training ini digunakan dalam bahasa sederhana yang mereka pahami.

    Bolehlah sesekali anak melihat bagaimana ayah dan bundanya menggunakan toilet dibeberapa kesempatan. Mereka mungkin lebih tertarik dengan hanya melihat contohnya. Melihat ayah/bundanya mencontohkan menghilangkan ketakutan mereka akan hal-hal baru.

      Hati-hati jangan menekan anak dan tergesa-gesa. Kadangkala ada hal-hal yang terasa menjadi alasan yang tepat bagi orang dewasa untuk menekan anak-anak segera melewati proses toilet training dalam waktu singkat, semisal ketika sang adik akan segera lahir, segera sebelum anak preschool, atau ketika merencanakan pindah ke rumah baru. Tetapi, anak-anak ini mempunyai pemikiran berbeda, dan semakin mereka mengetahui “hidden agenda” kita, semakin sungkan mereka mengikutinya. Jadi, biarkan anak-anak “memiliki” pengalamannya sendiri..
Keterangan lengkapnya bisa dibaca pada halaman  http://www.babycentre.com

     Disaat anak-anak pipis dilantai, kita sedang memasak, masih dalam keadaan kompor menyala, sudah jalan-jalan pula sang buah hati berkeliling ruangan, diantara udara siang hari yang panas dan perut yang mulai keroncongan.. ah, kesabaran itu seharusnya memang tidak berbatas.. saat “ujian” itu datang, saya seringkali membayangkan ini adalah sesuatu kerepotan yang lucu jika diceritakan, untuk menghilangkan emosi negatif, beristighfar, kadang saya minta aisyah mencium pipi, bismillah bersihkan saja bunda, insyaAlloh ada pahala yang akan didapat.. harus banyak-banyak belajar..