Tuesday, 20 August 2019

Fitrah seksualitas pada anak


Fitrah Seksualitas Anak- Bu Elly Rism

FITRAH SEKSUALITAS
By: Elly Risman Musa
Punya suami yang kasar? Kaku? Garing dan susah memahami perasaan istrinya? Tidak mesra dgn anak? Coba tanyakan, beliau pasti tak dekat dengan ibunya ketika masa anak sebelum aqilbaligh.
Punya suami yang “sangat tergantung” pada istrinya? Bingung membuat visi misi keluarga bahkan galau menjadi ayah? Coba tanyakan, beliau pasti tak dekat dengan ayahnya ketika masa anak.
Kok sebegitunya?
Ya! karena figur ayah dan ibu harus ada sepanjang masa mendidik anak anak sejak lahir sampai aqilbaligh, tentu agar fitrah seksualitas anak tumbuh indah paripurna.
Pendidikan fitrah seksualitas berbeda dengan pendidikan seks. Pendidikan fitrah seksualitas dimulai sejak bayi lahir.
Fitrah seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati.
Menumbuhkan Fitrah ini banyak tergantung pada kehadiran dan kedekatan pada Ayah dan Ibu.
Riset banyak membuktikan bahwa anak anak yang tercerabut dari orangtuanya pada usia dini baik karena perang, bencana alam, perceraian, dll akan banyak mengalami gangguan kejiwaan, sejak perasaan terasing (anxiety), perasaan kehilangan kelekatan atau attachment, sampai kepada depresi. Kelak ketika dewasa memiliki masalah sosial dan seksualitas seperti homoseksual, membenci perempuan, curiga pada hubungan dekat dsbnya.
Jadi dalam mendidik fitrah seksualitas, figur ayah ibu senantiasa harus hadir sejak lahir sampai AqilBaligh. Sedangkan dalam proses pendidikan berbasis fitrah, mendidik fitrah seksualitas ini memerlukan kedekatan yang berbeda beda untuk tiap tahap.
Usia 0-2 tahun, anak lelaki dan perempuan didekatkan pada ibunya karena ada menyusui, di usia 3 – 6 tahun anak lelaki dan anak perempuan harus dekat dengan ayah ibunya agar memiliki keseimbangan emosional dan rasional apalagi anak sudah harus memastikan identitas seksualitasnya sejak usia 3 tahun.
Kedekatan paralel ini membuat anak secara imaji mampu membedakan sosok lelaki dan perempuan, sehingga mereka secara alamiah paham menempatkan dirinya sesuai seksualitasnya, baik cara bicara, cara berpakaian maupun cara merasa, berfikir dan bertindak sebagai lelaki atau sebagai perempuan dengan jelas. Ego sentris mereka harus bertemu dengan identitas fitrah seksualitasnya, sehingga anak di usia 3 tahun dengan jelas mengatakan “saya perempuan” atau “saya lelaki”
Bila anak masih belum atau tidak jelas menyatakan identitas gender di usia ini (umumnya karena ketiadaan peran ayah ibu dalam mendidik) maka potensi awal homo seksual dan penyimpangan seksualitas lainnya sudah dimulai.
Ketika usia 7 – 10 tahun, anak lelaki lebih didekatkan kepada ayah, karena di usia ini ego sentrisnya mereda bergeser ke sosio sentris, mereka sudah punya tanggungjawab moral, kemudian di saat yang sama ada perintah Sholat.
Maka bagi para ayah, tuntun anak untuk memahami peran sosialnya, diantaranya adalah sholat berjamaah, berkomunikasi secara terbuka, bermain dan bercengkrama akrab dengan ayah sebagai aspek pembelajaran untuk bersikap dan bersosial kelak, serta menghayati peran kelelakian dan peran keayahan di pentas sosial lainnya.
Wahai para Ayah, jadikanlah lisan anda sakti dalam narasi kepemimpinan dan cinta, jadikanlah tangan anda sakti dalam urusan kelelakian dan keayahan. Ayah harus jadi lelaki pertama yang dikenang anak anak lelakinya dalam peran seksualitas kelelakiannya. Ayah pula yang menjelaskan pada anak lelakinya tatacara mandi wajib dan konsekuensi memiliki sperma bagi seorang lelaki.
Begitupula anak perempuan didekatkan ke ibunya agar peran keperempuanan dan peran keibuannya bangkit. Maka wahai para ibu jadikanlah tangan anda sakti dalam merawat dan melayani, lalu jadikanlah kaki anda sakti dalam urusan keperempuanan dan keibuan.
Ibu harus jadi wanita pertama hebat yang dikenang anak anak perempuannya dalam peran seksualitas keperempuanannya. Ibu pula orang pertama yang harus menjelaskan makna konsekuensi adanya rahim dan telur yang siap dibuahi bagi anak perempuan.
Jika sosok ayah ibu tidak hadir pada tahap ini, maka inilah pertanda potensi homoseksual dan kerentanan penyimpangan seksual semakin menguat.
Lalu bagaimana dengan tahap selanjutnya, usia 10 – 14? Nah inilah tahap kritikal, usia dimana puncak fitrah seksualitas dimulai serius menuju peran untuk kedewasaan dan pernikahan.
Di tahap ini secara biologis, peran reproduksi dimunculkan oleh Allah SWT secara alamiah, anak lelaki mengalami mimpi basah dan anak perempuan mengalami menstruasi pada tahap ini. Secara syahwati, mereka sudah tertarik dengan lawan jenis.
Maka agama yang lurus menganjurkan pemisahan kamar lelaki dan perempuan, serta memberikan warning keras apabila masih tidak mengenal Tuhan secara mendalam pada usia 10 tahun seperti meninggalkan sholat. Ini semua karena inilah masa terberat dalam kehidupan anak, yaitu masa transisi anak menuju kedewasaan termasuk menuju peran lelaki dewasa dan keayahan bagi anak lelaki, dan peran perempuan dewasa dan keibuan bagi anak perempuan.
Maka dalam pendidikan fitrah seksualitas, di tahap usia 10-14 tahun, anak lelaki didekatkan ke ibu, dan anak perempuan didekatkan ke ayah. Apa maknanya?
Anak lelaki didekatkan ke ibu agar seorang lelaki yang di masa balighnya sudah mengenal ketertarikan pada lawan jenis, maka di saat yang sama harus memahami secara empati langsung dari sosok wanita terdekatnya, yaitu ibunya, bagaimana lawan jenisnya harus diperhatikan, dipahami dan diperlakukan dari kacamata perempuan bukan kacamata lelaki. Bagi anak lelaki, ibunya harus menjadi sosok wanita ideal pertama baginya sekaligus tempat curhat baginya.
Anak lelaki yang tidak dekat dengan ibunya di tahap ini, tidak akan pernah memahami bagaimana memahami perasaan, fikiran dan pensikapan perempuan dan kelak juga istrinya. Tanpa ini, anak lelaki akan menjadi lelaki yg tdk dewasa, atau suami yang kasar, egois dsbnya.
Pada tahap ini, anak perempuan didekatkan ke ayah agar seorang perempuan yang di masa balighnya sudah mengenal ketertarikan pada lawan jenis, maka disaat yang sama harus memahami secara empati langsung dari sosok lelaki terdekatnya, yaitu ayahnya, bagaimana lelaki harus diperhatikan, dipahami dan diperlakukan dari kacamata lelaki bukan kacamata perempuan. Bagi anak perempuan, ayahnya harus menjadi sosok lelaki ideal pertama baginya sekaligus tempat curhat baginya.
Anak perempuan yang tidak dekat ayahnya di tahap ini, kelak berpeluang besar menyerahkan tubuh dan kehormatannya pada lelaki yang dianggap dapat menggantikan sosok ayahnya yang hilang dimasa sebelumnya.
Semoga kita dapat merenungi mendalam dan menerapkannya dalam pendidikan fitrah seksualitas anak anak kita, agar anak anak lelaki kita tumbuh menjadi lelaki dan ayah sejati, dan agar anak anak perempuan kita tumbuh menjadi perempuan dan ibu sejati.
Agar para propagandis homo seksualitas tidak lebih pandai menyimpangkan fitrah seksualitas anak anak kita daripada kepandaian kita menumbuhkan fitrah seksualitas anak anak kita. Agar ahli kebathilan gigit jari berputus asa, karena kita lebih ahli dan berdaya mendidik fitrah anak anak kita.
Salam Pendidikan Peradaban
#pendidikanberbasisfitrahdanakhlak
https://www.google.com/amp/s/iinchurinin.wordpress.com/2017/10/21/fitrah-seksualitas-anak-bu-elly-risman/amp/

Perbedaan gender

https://www.kompasiana.com/nabila_arfandini/5aa714c8cf01b4239f5216d2/mari-tanamkan-konsep-gender-pada-anak



Assalamualaikum readers...
Menanamkan pendidikan gender pada anak harus dimulai sejak dini untuk mengetahui konsep diri secara utuh. Agama Islam merupakan keyakinan yang tegas dalam menerapkan konsep gender. Dalam Islam terdapat aturan yang terperinci berkenaan dengan peran dan fungsi laki-laki dan perempuan dalam menjalani kehidupan. 
"Terdapat perbedaan dan persamaan yang tidak bisa dipandang sebagai adanya kesetaraan atau ketidak setaraan gender," kata Dra. Elly Risman Musa, Psi. Agama menjadi dasar atau patokan semasa orangtua mendidik anak dalam masalah gender. Orangtua harus menambah pemahaman agamanya tentang gender agar orangtua mampu berperan untuk buah hati mereka.
Pendidikan agama anak dimulai dari lingkungan keluarga. Sebab dari sinilah benteng anak akan lebih kokoh. Didikan bagi anak laki-laki dan perempuan harus sesuia dengan fitrah nilai-nilai agama. Pengenalan gender pada anak sebaiknya dimulai dari orangtua sebelum anak mendapatkannya di lingkungan sekolah. Karena orangtua menjadi idola utama dan terdekat anak yang akan menjadi role model, dan sosok pribadi yang akan selalu ditiru oleh anak.
Tahapan awal yang dilakukan orangtua yaitu mengenalkan pakaian yang dikenakan anak. Setelan pakaian anak laki-laki yaitu celana, kemeja, peci, maka untuk anak perempuan pakaianya adalah rok, jilbab, gamis, baju berwarna cerah dan bergambar bunga dan sebagainya. Ketika orangtua mengajarkan konsep gender pada anak, mereka harus menyadari bahwa otak anak laki-laki dengan anak perempuan terdapat perbedaan sistem dan fungsi.
Perbedaan tersebut meliputi kapasitas otak dalam menerima perintah dan informasi. Maka dari itu orangtua yang berbicara dengan anak laki-laki harus sebisa mungkin mengurangi perintah dan menyampaikan informasi yang jelas dan mudah dipahami anak. Berbicara dengan anak perempuan harus menggunakan kesabaran yang penuh dan mendetail. Orangtua jaman sekarang harus benar-benar memberikan konsep gender dengan secara tegas agar anak memahaminya.
Menurut alumnus Universitas Indonesia, orangtua harus mengajarkan kepada anak untuk mengetahui siapa dirinya sendiri. Menanamkan konsep gender pada anak memiliki dampak pada perkembangan dan pembentukan pola perilaku dan kepribadian anak ketika dewasa.
Oleh karena itu semua informasi yang benar dan berkaitan dengan peran gender harus ditanamkan secara tepat dan benar agar tertanam dalam memori jangka panjang anak dan mereka mampu menerapkannya. Dra.Elly Risman berpendapat bahwa bentuk dari pendidikan seksualitas, yang harus diajarkan sejak dini. Dengan pengajaran yang sesuai kapasitas anak, orangtua bisa melakukan berbagai metode yang bersifat konkrit dan berorientasi.
"Ketika mengenalkan alat vital pada anak harus sesuai dengan kenyataan, harus dengan sebutan vagina dan penis bukan yang lain," kata Elly Risman.
Orangtua bisa memulai pendidikan seks pada anak mereka ketika menjelang pubertas tentang perubahan fisik yang dialami anak, serta hal-hal yang erat kaitanya denga perubahan fisik menjelang pubertas lainya. Seperti halnya menstruasi, pembalut, mimpi basah, dan sebagainya harus diajarkan kepada anak secara sopan dan ramah. Elly Risman mengatakan bahwa salah satu aspek pengembangan konsep diri dan kepibadian anak yaitu menyadari tentang adanya peran gender yang harus diketahui anak. Karena hal ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak untuk masa depannya kelak.
Semoga bermanfaat. Wassalam

Wednesday, 29 May 2019

Its about choices.. 💕

Bismillah..




"Ih ayu itu berani banget loh, naik mobil sendiri ke semarang, jemput suaminya dipelabuhan."

"Yah, masa naik kereta sendiri ngga berani?"

Beberapa kali mendengar kalimat-kalimat seperti itu. Dan senyum udah jawaban paling ampuh deh. Hehe.. seperti yang sering aku bilang, orang kadang terlalu gampang menyimpulkan, tanpa tabayun dan bertanya latar belakangnya.


Ya, sejak menikah, maka aku tidak lagi safar jauh sendirian, melakukan sesuatu tanpa meminta izin suami. Walaupun acaranya berkumpul dengan teman-teman wanita, kalau tidak diijinkan atau tempatnya jauh, bisa dipastikan aku tidak hadir. Apatah lagi keluar kota.

Mari kita lihat, apakah ini tentang kemandirian? Apakah ini tentang keberanian?

Lets flashback to the universe a few years later..

Me.. di usia SMA sudah biasa main ke luar kota dengan teman-teman. Naik kendaraan umum pastinya. Kuliah lebih lagi, ke jakarta sendiri, naik motor keluar kota, hunting foto kemana-mana, ikut jadi team survey BI buat cari responden. Dan skripsiku jadi saksi deh, betapa kegigihan dan keberanian dibutuhkan banget sampai kumpulan tulisan itu nyantol di jurnal.

Apa aku tidak berani berada di kereta sendirian? Atau naik pesawat sendiri? Atau naik motor sendiri? Bi idznillah.. aku berani. Tantangan malah untuk jiwa petualang ku.

But why?

This is the answer.. aku memilih untuk menjadi "tertaklukkan". Memilih ridho Allah melalui ridho suamiku. Mengikuti keinginan suamiku untuk tidak bermudah-mudah safar tanpa mahram. Mengikuti keinginannya untuk lebih banyak dirumah daripada diluar rumah. Bukankah telah sampai kabar kepada kita tentang sebuah hadist.

Perhatikanlah hadits berikut ini,

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ
“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah ke dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)



Ya Allah, masuk surga dari pintu yang mana saja.. itu hadiah yang MasyaaAlloh.. yang tidak semua dikasih kesempatan. Taat pada suami, teman-teman.. ya.. itu yang sedang berusaha aku jalankan. 🙏 Doakan ya, aku bisa melewati godaan-godaannya. Menumbangkan ego yang sering muncul.

Sedih sih kalau ada yang bilang, aku ngga mandiri. Gara-gara ngga punya penghasilan sendiri (nah ini kapan-kapan aku bahas juga InsyaaAlloh) dan kemana-mana dianterin suami. But then, itulah yang membuat suamiku ridho, dan aku lebih butuh ridho suami daripada ridho netizen.. (smile)


When ramadhan will leave me soon.. sedih..

Friday, 10 May 2019

Adventure lv 8.. day 10 🌷

Last day..

Hari ini abang membeli mainan, ada 4 macem, harganya satu seribuan..
Mainan ini hadiah untuk ayah, bunda, kakak dan asma. MasyaaAlloh, jazakillahu khoyron 💕
Ini mainan hadiah bunda..

Adventure lv 8.. day 8🌷

Bismillah.. hari ini abang belajar berbagi.. tadi sore dia bungkus kartu-kartu ultraman kesayangannya pake kertas kado. Ternyata dia bilang mau sedekah ke temannya.
MasyaaAlloh.. sebagaimana rezeki yg bukan hanya dihitung dengan uang, bersedekah pun tidak selalu dengan uang..
Baarokallohu fiik abang 💕

Adventure lv 8.. day 7🌷

Kriet.. dug.. (suara pintu dibuka)
Tetiba nongol wajah lucu seorang anak laki-laki yang gigi depannya gripis.. 😁

" Bunda, nawas mau beli kartu lagi, seribu, tapi uangnya lima ribu. Jadi kembalinya berapa?"
Bakule ra ngerti nyusuki. Hihi
" Kembalinya empat ribu, kasih dia dua ribuan dua"
" Yah, abang ngga mau, nanti uang abang habis"
Nah jadi permisa, abang sholih ini menganggap banyaknya jumlah uang itu berbanding lurus dengan banyaknya fisik uang. Dia lbh senang punya dua buah uang kertas dua ribuan daripada satu uang kertas lima ribuan.
" Ya udh nanti uang nawas bunda tuker dua ribuan lagi, sekarang kasih dulu kembaliannya ya"
" Bunda nanti kasih dua ribuan?"
" Iya sayangku.. "
Eh si dia nyengir trus balik ke laptop.. eh ke rumah tetangga.

Beberapa menit kemudian..
"Mana bun uangnya?"
Eh dia udah balik lagi ternyata..
Sambil ngambil uang tukaran, terjadilah percakapan sebagai berikut:
"Eh abang tau ngga, abang kalau beli teh kotak pake uang yang lima ribuan, itu bisa dapet satu. Tapi kalau pake dua ribuan, itu harus 3 baru bisa dapet teh kotak"
"Kok banyak.."
"Iya, karena... (Pengen jelasin nilai intrinsik sama nilai nominal.. hihi.. ngga banget ya buat anak TK) 5 ribu itu dua ribuan dua ditambah seribu satu"
"Hem.."
Kira-kira mudeng ga ya?

Malamnya, saatnya murojaah penjelasan tadi.
"Bang, jadi uang lima ribu sama dua ribu banyakan mana?"
"Lima ribu.. lima ribu itu dua ribu dua sama seribu satu.. "

Yeay.. Alhamdulillah abang sudah faham.

Saturday, 4 May 2019

Adventure lv 8.. day 4 🌷


Konsep berikutnya dikeluarga kami adalah pemasukan. Rizki itu dari manakah datangnya?
Rezeki itu datang dari Alloh, dari takdir kita, doa dan ikhtiar. Syaikh Shalih al-Maghamisi dalam sebuah ceramahnya menceritakan ada seorang lelaki jatuh ke dalam sumur. Ia pun berteriak minta tolong. lalu berhasil mengeluarkan orang itu dari sumur dalam keadaan selamat. Sesorang menyodorkan kepadanya segelas susu untuk diminimumnya dan menenangkann keadaanya.
Setelah tenang orang-orang bertanya,”Bagaimana bisa Anda jatuh ke dalam sumur.?”
Mulailah orang itu bercerita, lalu ia berdiri di bibir sumur untuk mempraktikan kronologi saat ia terjatuh kedalam sumur.Qodarullah, tanpa di sengaja orang itu terjatuj lagi ke dalam sumur dan akhirnya mati.
Orang itu diselamatkan oleh Allah karena masih tersisa jatah rezekinya di dunia, yakni satu gelas susu untuknya. Maka setelah jatah rezeki disempurnakan untuknya, ia terjatuh di tempat  yang sama kemudian mati.