Thursday, 4 October 2018

Adventure level 2.. Day 1st 🌿

Bismillah..
Day 1

Alhamdulillah 'ala kulli hal
Hari ini adalah hari pertama aku kembali sendiri bersama anak-anak. Alhamdulillah suami sudah selesai tugas belajar. Pagi ini kembali ke kantor pusat di Jakarta. And here we are..

Sendiri.. Sebenarnya sudah pernah pun dalam kondisi begini, hanya saja, kebersamaan selama 2 tahun ini membuatnya terasa berat. Ok ok.. Life must go on, and i should be move on..

Banyak hal yang selama ini dibantu suami, dan sekarang harus dikerjakan sendiri. Its looks like a challenging adventure.. Dan latihan kemandirian kali ini adalah untukku.

Yang pertama adalah doa. Semoga Alloh memudahkan, tiada daya dan upaya kecuali berasal dariNya. Semoga Alloh berikan kesehatan dan kemampuan untuk mendampingi anak-anak.

Qodarulloh Hari pertama ini pas hari libur anak-anak, jadi tidak terlalu repot, terutama di hectic time dipagi hari. Maka kegiatan hari ini adalah membuat target kemandirian.

Sepagi ini, anak-anak sudah makan. Asma, anak terkecil tidur setelah mandi. Selanjutnya mengajak anak-anak bermain sepeda.

Point yang aku ingin perbaiki adalah: makan pagi sudah disiapkan sejak malam. Sebisa mungkin bangun sblm subuh. Semoga bisa..

#hari1
#gamelevel2
#tantangan10hari
#MelatihKemandirian
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional

Tuesday, 18 September 2018

Story of Adventure day 10 🌿

Bismillah.. Day 10

Tantangan hari ini adalah...
Aku ganti obyek ^^ kali ini ibrahim.. Karena beberapa hari ini kok kalau dibangunkan pagi hari rada butuh usaha lebih. Dan sayangnya bundanya ini sering bersumbu pendek. 2 hari lalu, sampai keluar kata "ya udahlah kalau abang ngga mau diurusin bunda.. Biarin aja.. Bunda mandiin adik aja" haish tepok jidat. Kalimat apa pula itu?
Hari ini kita coba cara lain ya. Sudah sejak malam sounding ke abang.
"Abang, besok kalau dibangunin mandi yang pinter ya. Kenapa ya kalau dibangunin suka susah?" (Masih pake kata susah)
"Itu karena abang masih ngantuk, bunda. Ada monster ngantuknya"
"Haha.. Ya udah, besok lawan monster ngantuknya ya.."
"Iya bundaaaa.. "
-------------------------------------------
Pas pagi hari. Ayam sudah berkokok, matahari belum keluar. Kakak aisyah sudah bangun. Saatnya abang bangun.

"Bang..," aku menggerakkan kakinya
"Heum.." Dia bergerak sedikit
"Abang.. Jadi mau lawan monster ngantuk ga?"
"Jadi" tapi matanya masih merem.
"Bang, air ikan belum diganti tuh.. Kasian" abang memang sayang banget sama ikannya.
Kucek-kucek mata terus duduk. Yeay berhasil..
"Abang mau makan dulu atau mandi dulu? Kalau mandi dulu ada air hangat kalau nanti airnya udh dingin"
"Mandi dulu bun.."
Hiya.. Kayaknya pagi ini moodnya bagus. MasyaaAlloh anak sholih rajin.
No drama.
-------------------------------
Mudah-mudahan besok juga bisa teratasi. Drama sih akan selalu ada, tidaklah berharap anak-anak itu tenang, nurut, pinter sendiri. Alloh sudah mengabarkan bukan? Anak itu anugerah sekaligus ujian. Jadi orangtuanya yang mesti rajin belajar ^^

#hari10
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional

Monday, 17 September 2018

Story of Adventure day 9

Bismillah.. Day 9

Aisyah sudah mulai ujian mid semester sejak kemarin. Entah kenapa, aisyah itu kurang tertarik kalau disuruh belajar. Tapi, qodarulloh kalau ujian nilainya hampir selalu baik. Jadi ana juga tidak terlalu "cerewet" menyuruhnya belajar.

Apa menurutnya semua pelajaran mudah ya.. Entahlah.. Belum kudalami alasannya. ^^ Karena sebenarnya keinginannya belajar hal lain cukup tinggi, jadi kemungkinan untuk pelajaran sekolah ini saja (mungkin perlu metode lain hem.. Peer buat ibuknya)

Di kelas dua ini, sudah ada soal essay, aku fikir tidak masalah selama anak-anak sudah faham.

"Bunda, ini hasil ujian kemarin"
Kakak menyerahkan kertas ujian sambil nyengir.
"Nilainya cuma segini.."

Aku menerima kertasnya. Dihalaman depan tertulis nilai 65. Udah berubah kayaknya raut wajahku. Mungkin jadi lempeng tanpa ekspresi seperti biasanya. Hap. Change for a second. Aku sadar. Senyum bahkan ketawa. Anak-anak perlu didukung. Diterima apa adanya.

Dulu, aku terbiasa disebut pintar, aku terbiasa teratas waktu SD dan 10 besar pararel di SMP SMA. Dan peringkat-peringkat lain. Tadinya aku berfikir anakku akan sepertiku. Tapi Akhirnya, kuputus sudah harapan itu. Aisyah is aisyah. Not me. Biarkan ia dengan perkembangannya sendiri. Aisyah will fight with her own battle.

"Haha.. Alhamdulillah kak.."
Aku membalik bagian essay, ternyata 5 soal dibelakang belum diisi.
"Kakak belum isi yang 5 ya?"
"Iya, itu kakak bingung belum tau mau diapain"
"Oh gitu.."
"Tapi sekarang kakak udah tau kok bun, yang pelajaran kedua udah diisi essaynya"
"Alhamdulillah, kakak bisa belajar dari kesalahan yang pertama. Hebat sholihah bunda"

Memang setelahnya, kakak sudah bisa mengisi jawaban essay. Walaupun belum sempurna. ^^ tak apa setidaknya itu progress yang baik.. Semangat kak.. Semoga Alloh mudahkan ujiannya 🌿

#hari9
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional

Saturday, 15 September 2018

Story of Adventure day 8

Bismillah.. Day 8

Malam.. Hening..
Aku mengingat, apakah hari ini ada yang terasa special dan perlu diceritakan? Mengurai kejadian dari pagi sampai malam. 
Alhamdulillah, hari ini lebih banyak berjalan baik. Hanya sore tadi ibrahim nangis karena tidak diajak lihat kakaknya buat puding. 
"Bunda liat abang sedih.. ( sebut nama emosinya), ketinggalan bikin puding ya? Bunda juga bakal sedih kalau yang kita mau tau eh ketinggalan (terima perasaannya).. Jadi gimana ini?"
" abang maunya bunda besok bikin lagi buat abang, jangan ditinggal kalau abang lagi mandi"
"Siap.. InsyaaAlloh"
Abang ini hatinya lembut. Sesekali menangis tak apa. Lelaki bukan tidak boleh menangis. Esok ketika dewasa, barangkali dia dengan hati lembutnya, akan merawat kami orangtuanya dengan kasih sayang. Barangkali dengan hati lembutnya, akan ada banyak orang yang dia pedulikan. InsyaaAlloh, bi idznillah ^^
Kakak hari ini juga tidak ada yang perlu perhatian lebih. 
Mengingat-ngingat teori komunikasi produktif untuk kemudian dipraktekkan ternyata menantang sekali. Seru. Terutama bagi kami yang punya basic pengasuhan yg "keras" dan ditambah introvert, yg senang sendiri, damai, berwajah lempeng.. Hadeuh.. 
Yang pasti its right, kalau berbicara, perhatikan gesture, kalau ketemu siapapun senyum, tebarkan yang positif agar feedbacknya buat kita juga positif.
Saat ini Aku merasa sudah jauuuh jauh lebih baik dari keadaan pengasuhan 2 tahun lalu.. MasyaaAlloh.. Semata karunia dari Alloh.. 


#hari8
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional

Friday, 14 September 2018

Story of Adventure day 7 🌿

Bismillah.. Day 7

Kembali lagi ya.. Ke poin yg hafalan, karena kamis anak-anak pulang gasik, jumat libur, anak-anak boleh pegang gadget 2jam. Lalu ramai latihan sepeda roda 2, tidur siang terus main sampai sore.

Sehabis mandi sore, mereka makan. Lalu aku masih menyuapi asma (15m). Menjelang adzan, aisyah sdh masuk kamar. Aku wudhu hendak sholat magrib.

MasyaaAlloh..  Ternyata dikamar aisyah sedang menghafal alquran (sendiri). Yang biasanya ada aja dramanya. Sudah resisten dulu kalau diminta sabaq.
"MasyaaAlloh kakak rajin memghafal.." ( beri pujian, senyum, peluk)
"Iya bun, kakak seneng baca alquran.. Kakak pengen nambah hafalan"

MasyaaAllah.. Sebagaimana hamba ridho padanya, hamba memohon ridhoMu ya Robb.. Selalu kaitkan hatinya dengan AlQuran.. Mudahkan ya Robb..

Sebelumnya, saat hendak tidur siang, aisyah juga hafalan dikasur.
"Bunda, nanti kalau kakak ketiduran, tolong alqurannya diambil ya"
"Iya kak.."
Baarokallohu fiik.. Kakak aisyah.. 🌿🌿

#hari7
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional


Thursday, 13 September 2018

Story of Adventure day 6

Bismillah.. Day 6

Sabar jika ikhtiar kita dalam mendidik anak belum menunjukkan hasil yang maksimal
Bersabarlah jika belum ada hasil yang maksimal dalam mendidik anak kita. Selalulah ingat bahwa Allah akan selalu melihat proses bukan hasil. Setiap ikhtiar kita mendidik anak akan Allah balas meskipun itu hal yang kecil. Selalulah mendoakan anak kita agar mereka menjadi anak yang shalih-shalihah.

Read more https://muslimah.or.id/6640-buah-manis-kesabaran-dalam-mendidik-anak.html

Catatan ini sepertinya butuh dibaca setiap hari. Anak-anak selain anugerah, mereka adalah ujian. Yang menyampaikan kita pada kemuliaan jika Alloh kehendaki.

Petang itu, adzan maghrib berkumandang. Damai mendengarnya. Seperti biasanya, menjelang magrib, anak-anak masih bermain didepan ruang tv, dengan tv yang menyala (sementara ini kami tinggal di rumah nenek aisyah, dengan 3 keluarga didalamnya ^^).
Harapanku adalah anak-anak berhenti bermain, segera wudhu dan sholat magrib. Tapi tentu ujian itu ada. Anak-anak masih bermain. Aku ingat sebuah nasihat : " jangan pernah bosan mengajak anak pada kebaikan, termasuk sholat"
"Ibrahim mau sholat bareng bunda?"
"Ngga.." Nyengir..
Untuk ibrahim yg usianya baru 5 tahun memang baru sebatas kami ajak, kalaulah belum mau tidak mengapa. Pe er nya adalah bagaimana menanamkan kecintaannya kepada Alloh, hingga sholat bukanlah terasa sebagai beban diusia mumayiz nya nanti.
"Aisyah mau sholat sendiri atau bareng bunda?"
Aisyah usianya sudah lebih 7thn jadi dia sebaiknya sudah sholat 5 waktu.
"Bareng bunda"
"Ok. Kalau begitu wudhu dulu ya, bunda sudah wudhu"
"Iya iya.."
Aku masuk kamar, meneruskan membaca Alquran. 2 menit berlalu, belum terdengar suara air mengalir. Tengoklah keruang tv. Ya Alloh, masih main.
"Kakak.."
"Eh iya iya.."
Dia berjalan menuju kamar mandi. Aku masuk lagi ke kamar. Kok belum juga terdengar air ya.. Kutengok lagi.. Subhnalloh masih didepan pintu lamar mandi, sambil matanya melihat tv.
"Kakaaak..."
Huhu.. Tak terasa oktafnya sudah naik.
5 menit ditunggu, tak juga masuk kamar. Aku tengok lagi.. Ya Alloh dia duduk manis di meja makan.. Tanpa cek ricek tiba-tiba dada terasa sempit, otak sudah dalam "angry mode on". Dan pecahlah..
"Kakak, daritadi bunda bilang.. Bla bla bla.. Magrib itu kan cuma sebentar bla bla bla.."
Ah, masih ketelepasan emosi.. Alhasil aisyah cemberut sambil wudhu. Aku memutuskan sholat duluan. Masih dengan hati yang tak tenang. Aisyah tambah nangis. Hiks
Sehabis sholat aku pegang tangannya. Dia belum mau. Baiklah tunggu sampai suasana lebih tenang.
"Sini kak.. Bunda mau minta maaf.." Kuluruhkan ego, meski hati berkata kan yg salah dia.
Aisyah pun mau kupeluk.
"Maaf ya nak, bunda marah sama kakak tadi.. Kakak maafin bunda ga?"
Aisyah mengangguk.
"Tadi itu kakak lagi minum bun.. Bukan ngapain-ngapain.."
Dalam hati "kan bisa lebih cepet, tadi juga ngapain masih main.. Bla bla" segala pembelaan diri.
Astaghfirulloh.. Hufh tenang..
"Oya, maaf ya bunda tadi ngga tau, insyaaAlloh besok lagi bunda berusaha ngga marah, kakak juga ya belajar cepet ke kamar mandi kalau mau wudhu. Mau?"
"Iya bun.."
"Sayaaang kakak"
Semoga tidak tersisa luka ya.. Besok lebih baik lagi insyaaAlloh.. ^^

Tuesday, 11 September 2018

Story of Adventure day 5

Bismillah.. Day 5
Kisah lilin membeku

Sore ini, anak-anak bermain sepeda dirumah sebelah. Semangat sekali karena hampir bisa naik sepeda roda dua. Pukul 17.30 mereka sudah pulang. 
"Ada yang haus? Mau minum?" Kataku sambil menawarkan minum putih.
"Mau bunda.. Mau.."
"Cuci tangan kaki dulu gmn?"
"Ok"

Setelah istirahat sebentar, mereka mandi. Selesai mandi. Dip.. Mati listrik.. Subhanalloh.. Menjelang maghrib qodarulloh. Sepertinya akan lama seperti kemarin. Kami bersiap-siap menyalakan lilin. Meletakkannya dibeberapa tempat yang tinggi. 
Mati listrik bagi anak-anak adalah unordinary event yg menyenangkan (kalau ngga lama-lama yaaa..) menikmati suasana gelap, cahaya lilin yang berpendar ditembok-tembok, bermain bayangan. Saatnya pula menceritakan kepada mereka nikmat cahaya yang Alloh Ta'ala berikan. Cerita tentang orang-orang dahulu yang hidup tanpa listrik. Harus bersyukur dan berhemat listrik. 
Setelah sholat magrib, anak-anak bermain di ruang tamu, aku dikamar menemani adik yang sepertinya mengantuk. Tiba-tiba terdengar suara anak menangis pelan. Lalu pintu kamar terbuka..

"Bunda.. Haha.. Bunda..." ( haha itu menangis keras ya bukan tertawa)
Ternyata ibrahim yang masuk. Membawa toples berisi ikan cupangnya.
"Kenapa bang?"
"Bunda.. Airnya mengering.. Huhu.. Ikannya nanti mati huhu.. Hiks hik.."
Ibrahim menangis tersedu2.. 
"Sini nak, coba bunda lihat ikannya"
Ibrahim mengulurkan toplesnya,masih menangis.
"Huhu.. Hik hik" 
"Itu masih hidup nak.."
"Tapi tadi kena lilin, nanti mengering.. Huhu.."
"Abang mau ganti airnya? Biar ikannya senang.."
"Iya bunda.." 
"Ya sudah, ganti dulu airnya ya.. Nanti kita bicara lagi"
Beberapa saat kemudian, dia masuk lagi dengan membawa toples ikan yang sudah diganti airnya. Ayahnya mengikuti dibelakangnya.
"Sini nak, abang sayang ikannya ya? Abang takut ikannya mati?"
"Iya bunda, tadi ikannya abang taruh dideket lilin besar, biar ngga takut gelap sendirian,  terus tadi abang liat lilinnya netes di air nya, nanti airnya mengering"
"Maksudnya, abang takut airnya membeku itu lho bun, kayak lilin kalau baru netes terus abis itu beku" timpal ayahnya.

Hihi.. MasyaaAlloh.. Pengen ketawa tapi kutahan. 
"MasyaaAlloh.. Anak sholih.. Bunda juga belum tahu sebenernya kalau masuk keair, tetesan lilin jadi gimana.. InsyaaAlloh lain kali kita coba ya. Air ditoples kan banyak insyaaAlloh ngga papa kalau cuma kena tetesan lilin sedikit.abang bisa ganti airnya seperti tadi "
"Abang jagain ikannya sama mainan tentara itu bun, karena kata bunda kalau ngga dijagain nanti bunda ga beliin lagi huhu.. " eh dia nangis lagi ^^ ternyata itu masalahnya, dia takut ngga dibeliin ikan/mainan lagi. Salah ngga ya bilang begitu?
"Oh itu.. Kan bunda bisa liat abang jagain atau ngga. Kalau qodarulloh udh dijagain ikannya mati/ mainannya rusak. Nanti kalau ada rizki kita insyaaAlloh nabung lgi buat beli gantinya."
"Iya bunda"
"Sayaaaang abang.. Mmuach"
Dan habis itu listrik menyala. Yeeeay.. Alhamdulillah.. 

Ikan oh ikan...