Thursday 6 June 2013

Rinai hujan dibulan juni

Kau dengar rinai hujan diluar sana? Indah bukan? Hem.. Bisa jadi dalam hujan ini cintaku semakin bertambah-tambah padamu..

Apa kabar burung-burung kecil yang pagi tadi hinggap dipucuk tanaman hias didepan kamarku? Kedinginan kah? Berteduh dimanakah kala titik-titik perak ini turun bahkan menembus riuhnya dedaunan menuju sarangmu?

Pasti menyenangkan, bisa bermain air ditengah hujan, atau berteduh di sebuah rumah kecil ditengah kebun yang luas. Membuat wedang jahe wangi dengan pawon (tungku), sembari menikmati pisang goreng hangat. Apalagi ditemani manusia-manusia istimewa dihati. 


Subhanalloh 

Hujan Bulan Juni
Sapardi Djoko Damono
tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
*suka puisi ini.. disaat rindu untuk bertemu belahan hati yang masih berada dalam penjagaan terbaikNya.. 

Tuesday 4 June 2013

Hening..

Saya menyukai hening. Suasana tenang dan tak bising. Taukah kau, ingin sekali saya tinggal dipedesaan suatu saat nanti. Look!


Terlihat menyenangkan bukan? Berkebun, memelihara ikan, menghirup udara segar. Membangun surau kecil disampingnya. Mengumpulkan tetangga setiap pekan. Exciting! Meskipun tentu saja kenyataan belum tentu seindah mimpi, tapi setidaknya ini adalah mimpi yang baik. Memperbaiki kualitas hidup. Sederhana saja rumah yang ingin  saya tinggali, yang penting rapi dan nyaman, tapi didalamnya saya berharap selalu ada berkah Alloh hingga terasa lapang hati kami dan tenang berada didalamnya.
Sekali lagi ini adalah keinginan, semoga Alloh Ta’ala mengabulkan. Aamiin.

Dahulu, saya memimpikan sebuah keluarga biasa, yang bisa bertemu dengan suami setiap hari, menunggunya dirumah sebelum maghrib tiba, makan malam bersama. Menghabiskan akhir pekan dengan kajian, rihlah atau bersilaturahim kemana. Tetapi, MasyaAlloh, Qodarulloh, Suamiku jam kerjanya luar biasa sibuk. Dengan rhytme kerja yang tidak bisa direncanakan. Dengan kemungkinan keluar kota yang bisa datang tiba-tiba. saya bersama suami yang luar biasa, karenanya harus bisa menjadi luar biasa.Bismillah..

Selalu teringat kisah salafush shalih, mereka, istri-istri yang luar biasa, dalam kesabarannya, dalam ketaatannya, dalam ketangguhannya, dalam kasih sayangnya. Menjaga disaat suami disisi bahkan saat berjarak darinya. saya akan berusaha bisa. Sekali lagi saya butuh kekuatan besar, energi yang tak habis-habis.. maka kepada siapa lagi bersandar? Maka kepada siapa lagi meminta? Sebagai seorang istri, tiadalah kekuatan selain apa yang Alloh Ta’ala berikan. Tiadalah kecerdikan selain apa yang Alloh Ta’ala ajarkan. Semoga Alloh Ta’ala mengampuni jika lalai dan terlalu hati mencintai dunia.